PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PAWAI RIMPU PADA FESTIVAL RIMPU MANTIKA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI KOTA BIMA
Keywords:
pemberdayaan masyarakat, budaya lokal, Pawai Rimpu, Festival Rimpu Mantika, UMKMAbstract
Budaya lokal merupakan identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya di tengah perkembangan globalisasi dan modernisasi. Salah satu budaya lokal masyarakat Bima yang masih bertahan adalah budaya Rimpu, yaitu tradisi berpakaian perempuan Bima menggunakan kain tenun khas daerah. Namun, penggunaan Rimpu dalam kehidupan sehari-hari mulai mengalami penurunan, khususnya di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya lokal melalui kegiatan Pawai Rimpu pada Festival Rimpu Mantika di Kota Bima. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah observasi lapangan, sosialisasi budaya, pendampingan pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, dan wawancara singkat kepada peserta festival dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Festival Rimpu Mantika yang diikuti sekitar 86 ribu peserta dan pengunjung serta melibatkan 80 pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal, memperkuat solidaritas sosial, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis budaya lokal. Selain itu, keterlibatan STIE Bima sebagai panitia inti festival menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis budaya lokal. Dengan demikian, Pawai Rimpu menjadi media efektif dalam pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Bima.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















