PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN DESA RAMAH PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PENDEKATAN ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT STUDI PADA PROGRAM KKN UIN PALOPO
Keywords:
pemberdayaan masyarakat, desa ramah perempuan dan anak, keluarga sakinah, perlindungan anakAbstract
Program ini bertujuan menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu. Kegiatan berlangsung selama 45 hari melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Palopo tahun 2025 dengan fokus pada pemanfaatan aset sosial, religius, dan kelembagaan yang telah berkembang di masyarakat. Tiga program utama dilaksanakan, yaitu Bimbingan Keluarga Sakinah (BKS), Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), serta pemasangan poster dan baliho edukatif mengenai pencegahan kekerasan, kesehatan reproduksi, dan penguatan peran keluarga. Metode yang digunakan bersifat pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan ABCD mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dengan mengoptimalkan aset sosial seperti tokoh agama, PKK, posyandu, dan karang taruna. Program BKS meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya komunikasi keluarga dan keharmonisan rumah tangga, sedangkan BRUS memperkuat karakter remaja dalam menghadapi risiko sosial dan perkembangan teknologi. Media edukatif membantu memperluas informasi serta meningkatkan kesadaran kolektif mengenai perlindungan perempuan dan anak. Secara keseluruhan, program ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis aset lokal merupakan strategi efektif dalam mendukung implementasi DRPPA dan membangun ekosistem desa yang inklusif, aman, dan berkeadilan gender.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















