IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI PUPUK ORGANIK DI DUSUN WONOREJO

Authors

  • Irvan Ardiansyah Universitas Brawijaya
  • Salsabila Zamzama Saharani
  • Dwi Achmad Hamdani
  • Chelsea Theodora

Keywords:

coffee husk waste, organic fertilizer, sustainable agriculture, farmer empowerment, Wonorejo Hamlet, SDG 3, SDG 12

Abstract

Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang merupakan wilayah agraris dengan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan, namun limbah kulit kopi hasil pengolahan kopi masyarakat di Dusun Wonorejo selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, sementara ketergantungan petani terhadap pupuk kimia terus membebani biaya produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk organik, sekaligus mendorong nilai tambah limbah tersebut dan mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah secara bertanggung jawab serta SDG 3 melalui upaya mengurangi potensi dampak lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui sosialisasi dan demonstrasi partisipatif, dengan sasaran petani kopi, Kelompok Tani (Gapoktan), dan masyarakat Dusun Wonorejo, menggunakan bahan utama limbah kulit kopi, kotoran kambing, EM4, dan molase, yang dilengkapi pupuk makro-mikro pendukung. Evaluasi dilakukan berdasarkan empat indikator keberhasilan, meliputi keterlaksanaan program, partisipasi aktif dan respons masyarakat, ketersediaan media informasi, serta kemampuan peserta mengikuti tahapan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh tahapan terlaksana sesuai rencana dengan partisipasi masyarakat yang aktif; media informasi berupa materi sosialisasi dan panduan pembuatan pupuk berhasil disediakan dan dibagikan kepada peserta; peserta mampu mengikuti tahapan demonstrasi pembuatan pupuk organik dengan baik; serta menunjukkan minat menerapkannya secara mandiri, meskipun keberlanjutannya tetap memerlukan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal kemandirian petani dalam pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Ardiansyah, I., Salsabila Zamzama Saharani, Dwi Achmad Hamdani, & Chelsea Theodora. (2026). IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI MENJADI PUPUK ORGANIK DI DUSUN WONOREJO. PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 4(05), 2029–2046. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/1280