IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DALAM MENDUKUNG KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DI DESA WIYONG

Authors

  • Nur Azizah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Abdul Yamin
  • Ajeng Wundari
  • Denia Nur Thoyyibah
  • Nur Muhammad Faiz Amin, ME
  • Uswatun Khasanah
  • Harni Iswari Darmajati
  • Rahmania layla shofiah
  • Kokom Komariyah
  • Sutono
  • Ali Ma'rus
  • Kurotul aeni
  • Ahmad Husyen Al Munif
  • Ali akbar
  • Abdul Mukhyi
  • Olive Duma Pietri Aldiviana
  • Ratna Arumbudi Suwono

Keywords:

bimbingan belajar gratis; , kemampuan membaca; ., membaca permulaan; , KPM; , Bimbel Sore

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting bagi kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun, tingkat penguasaan membaca setiap anak berbeda sehingga membutuhkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Desa Wiyong Tahun 2026 melaksanakan program bimbingan belajar gratis “Bimbel Sore” yang berfokus pada pendampingan kemampuan membaca anak, dengan kegiatan “Ngaji” sebagai kegiatan pendukung literasi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program “Bimbel Sore” dalam mendukung kemampuan membaca anak di Blok 4, Desa Wiyong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa asesmen membaca individu, observasi partisipatif, dokumentasi, dan catatan lapangan. Asesmen membaca yang dilaksanakan pada 29 Juli 2026 terhadap 31 anak menggunakan lembar kerja bacaan sederhana dan menghasilkan tiga kelompok kemampuan, yaitu Dasar/Pemula, Menengah, dan Mahir/Mandiri. Pengelompokan dilakukan berdasarkan kemampuan mengenal huruf, membaca suku kata dan kata, membaca kalimat sederhana, serta memahami dan menyimak bacaan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program “Bimbel Sore” dapat dilaksanakan secara berjenjang dengan materi dan pendampingan yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta. Kelompok Dasar/Pemula memperoleh pendampingan pada pengenalan huruf dan suku kata sederhana, kelompok Menengah pada penguatan pola suku kata dan kalimat sederhana, sedangkan kelompok Mahir/Mandiri diarahkan pada pemahaman bacaan dan latihan menyimak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa asesmen awal dan pengelompokan berdasarkan kemampuan dapat menjadi dasar dalam memberikan pendampingan membaca yang lebih sesuai dengan kebutuhan anak.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Azizah, N., Abdul Yamin, Ajeng Wundari, Denia Nur Thoyyibah, Nur Muhammad Faiz Amin, ME, Uswatun Khasanah, Harni Iswari Darmajati, Rahmania layla shofiah, Kokom Komariyah, Sutono, Ali Ma’rus, Kurotul aeni, Ahmad Husyen Al Munif, Ali akbar, Abdul Mukhyi, Olive Duma Pietri Aldiviana, & Ratna Arumbudi Suwono. (2026). IMPLEMENTASI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR GRATIS DALAM MENDUKUNG KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DI DESA WIYONG. PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 4(05), 1941–1949. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/1271