KETERAMPILAN PENANGANAN GAWAT DARURAT PERDARAHAN MELALUI METODE SIMULASI PADA REMAJA DI SMA KARTIKA 1-2 MEDAN
Keywords:
perdarahan, , kegawatdaruratan, , simulasi, , remaja, , pertolongan pertamaAbstract
Perdarahan akibat trauma merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah apabila dilakukan penanganan awal secara cepat dan tepat. Remaja sebagai kelompok usia yang aktif berisiko mengalami cedera dan perdarahan di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam penanganan gawat darurat perdarahan melalui metode simulasi di SMA Kartika 1–2 Medan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi praktik penanganan perdarahan yang melibatkan 35 siswa kelas XII. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan simulasi. Sebelum intervensi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup (43%) dan kurang (37%), sedangkan setelah intervensi mayoritas peserta berada pada kategori baik (80%) dan tidak ditemukan lagi peserta dengan kategori kurang. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan teknik dasar pengendalian perdarahan seperti balut tekan, balut cepat, dan penggunaan torniket dengan baik. Metode simulasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja mengenai penanganan gawat darurat perdarahan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















