PENYULUHAN GIZI MATERNAL DAN PENGUATAN PARTISIPASI POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS ABELI

Authors

  • Sartiah Yusran Universitas Halu Oleo
  • Jafriati Jafriati Universitas Halu Oleo
  • Iyan Megawati Adiwijaya Universitas Halu Oleo
  • Lisa Lisa Universitas Halu Oleo

Keywords:

stunting, gizi maternal, BBLR, posyandu

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir seperti wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Abeli. Balita dengan riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki kerentanan lebih tinggi mengalami stunting, terutama apabila ibu memiliki faktor risiko maternal seperti kekurangan energi kronis (KEK), hipertensi, dan kehamilan kembar. Data awal menunjukkan bahwa dari 12 balita dengan riwayat BBLR, sebagian besar ibunya (75,0%) memiliki faktor maternal berisiko, dan satu-satunya kasus stunting yang ditemukan berasal dari kelompok tersebut. Berdasarkan kondisi ini, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan gizi maternal dan penguatan partisipasi posyandu sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, penyuluhan gizi maternal, penguatan kader posyandu, dan evaluasi menggunakan pre-test serta post-test pengetahuan. Kegiatan melibatkan 30 ibu balita dari tiga posyandu (Matahari, Sejahtera, dan Dahlia) di wilayah kerja Puskesmas Abeli. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,17 (kategori cukup) pada pre-test menjadi 14,53 (kategori baik) pada post-test, dengan peningkatan yang signifikan secara statistik (uji t berpasangan, p < 0,001). Seluruh peserta (100%) berada pada kategori pengetahuan baik setelah kegiatan, meningkat dari tidak ada satu pun peserta (0%) yang berada pada kategori tersebut sebelum kegiatan. Peserta juga menyatakan puas terhadap pelaksanaan penyuluhan, dengan rata-rata skor evaluasi 25,8 dari skala maksimal 32. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi maternal dan pentingnya kunjungan posyandu secara rutin, serta meningkatnya komitmen kader dalam memantau pertumbuhan balita. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi maternal yang dipadukan dengan penguatan peran posyandu dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita dengan riwayat BBLR, sehingga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Yusran, S., Jafriati, J., Adiwijaya, I. M., & Lisa, L. (2026). PENYULUHAN GIZI MATERNAL DAN PENGUATAN PARTISIPASI POSYANDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DENGAN RIWAYAT BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS ABELI. PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 4(04), 1516–1523. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/1207

Issue

Section

ARTICLES