ANALISIS PERAN KERAJINAN BESEK SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL DESA BENER PURWOREJO

Authors

  • Umi Arindi Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo
  • Latifah Sriwijaya Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Wulan Purnama Sari Universitas sains Al-Qur'an Wonosobo
  • Tamara Nur Islamiya Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Muhammad Rifki Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Dian Zahroh Anisah Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Irvan Maulana Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Ahmad Labibul Fikri Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Achmad Naufal Assaqof Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Ika Nur Fadhilaturrohmah Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Mahrestaksa Al-Fath Paranpara Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Laila Nur'afifah Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Ramdhan Labib Al Razin Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Ikmala Najwa Aulia Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Lukman Riadh Al Fajar Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo
  • Luluk Alawiyah Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo

Keywords:

Besek, pengabdian masyarakat, warisan budaya, identitas lokal, transmisi nilai, ekonomi kreatif.

Abstract

Kerajinan besek, yang dianggap sebagai warisan budaya takbenda di Desa Bener, saat ini dihadapkan dengan ancaman kerusakan yang segera terjadi yang berasal dari tekanan ekonomi, persaingan dengan produk kontemporer, dan kekurangan dalam regenerasi keterampilan. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya budaya besek sebagai pilar identitas, (2) meremajakan transmisi keahlian antar generasi, dan (3) merumuskan strategi ekonomi inovatif yang bertujuan untuk memastikan keberlanjutannya. Metodologi untuk implementasi mencakup pendampingan partisipatif, yang melibatkan diskusi kelompok fokus (FGD), pelatihan dalam dokumentasi pengetahuan lokal, dan lokakarya yang berpusat pada inovasi produk yang berasal dari kearifan lokal, melibatkan pengrajin senior, demografis yang lebih muda, dan pemimpin masyarakat. Hasil layanan menunjukkan bahwa besek beroperasi sebagai mekanisme pelestarian aktif yang kohesif. Ditemukan bahwa besek berfungsi sebagai penanda identitas kolektif “Wong Bener,” yang merupakan bagian integral dari ritual pribumi. Proses pemberian nilai-nilai seperti ketekunan dan kesabaran terus terjadi secara informal; Namun, mereka memerlukan kerangka pendidikan yang lebih terorganisir. Secara ekonomi, kerajinan ini memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan keluarga, terlepas dari keterbatasan yang dikenakan oleh akses pasar dan ketersediaan bahan baku. Disimpulkan bahwa keberlanjutan masa depan bergantung pada interaksi sinergis dari ketiga dimensi. Akibatnya, direkomendasikan agar program pendampingan yang integratif dan berkelanjutan dibentuk, menggabungkan pendidikan budaya, pelatihan kewirausahaan, dan benteng lembaga kelompok pengrajin.

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Arindi, U., Sriwijaya, L., Sari, W. P., Islamiya, T. N., Rifki, M., Anisah, D. Z., Maulana, I., Fikri, A. L., Assaqof, A. N., Fadhilaturrohmah, I. N., Paranpara, M. A.-F., Nur’afifah, L., Al Razin, R. L., Aulia, I. N., Al Fajar, L. R., & Alawiyah, L. (2026). ANALISIS PERAN KERAJINAN BESEK SEBAGAI WARISAN BUDAYA LOKAL DESA BENER PURWOREJO. PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 4(01), 459–466. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/1038