PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA IBU DAN ANAK USIA 6 – 12 TAHUN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN COKLAT KELOR: STUDI KASUS DI DESA MASSAILE, KEC. TELLU LIMPOE, KAB. SINJAI

Authors

  • Diva Delvira Oraia Maru Kemur Universitas Hasanuddin
  • Sulaeha Sulaeha Universitas Hasanuddin

Keywords:

KKN, coklat kelor, edukasi gizi, fortifikasi, anak sekolah dasar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan lapangan yang mengharuskan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan melalui program nyata yang bermanfaat. Selama kegiatan di SDN 49 Sompong, Kabupaten Sinjai, teridentifikasi permasalahan tingginya konsumsi makanan ringan kurang bergizi pada anak sekolah. Untuk mengatasi hal ini, dikembangkan inovasi coklat berbahan dasar kelor sebagai solusi edukasi gizi yang menarik. Program melibatkan pembuatan produk coklat dengan perbandingan 500 gram coklat putih dan 45 gram serbuk kelor, pemberian penyuluhan gizi kepada 15 orang tua dan 62 siswa, serta pengujian tingkat kesukaan produk. Hasil evaluasi menunjukkan respon positif dari 76% ibu dan 78,1% anak terhadap produk yang dikembangkan. Program ini membuktikan bahwa coklat kelor dapat menjadi media pembelajaran gizi yang efektif sekaligus camilan bergizi untuk anak sekolah

Downloads

Published

2026-01-15

How to Cite

Kemur, D. D. O. M., & Sulaeha, S. (2026). PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA IBU DAN ANAK USIA 6 – 12 TAHUN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN COKLAT KELOR: STUDI KASUS DI DESA MASSAILE, KEC. TELLU LIMPOE, KAB. SINJAI. PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT), 4(01), 351–360. Retrieved from https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/1022